Senin, 17 November 2014

1. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI PADA BUNGKUS MAKANAN



1.ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI PADA BUNGKUS MAKANAN

Nama : Mursida
Kelas : 5c
Npm : 126211304

  1.    Penambahan Fonem Vokal /I/




Analisis kesalahan berbahasa indonesia teori dan praktik :46

3. Penambahan Fonem Konsonan /H/  



Kesalahan berbahasa yang saya temukan pada bungkus makanan ringan ini yaitu pada kata “ahh”Penambahan fonem /h/ terjadi kesalahan pelafalan pada penambahan konsonan /h/. Seharusnya lafal bakunya adalah ah. Dalam kamus besar bahasa indonesia kata bakunya adalah ah yang di artikan sebagai kata seru yang menyatakan prasaan kecewa,menyesal ,keheranan dan lainya yang terdapat dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI)halaman 18 dan juga di jelaskan dengan contoh lain pada buku analisis kesalahan berbahasa indonesia teori dan praktik pada halaman 43. 
Sumber :( KBBI : 18)
Buku analisis kesalahan berbahasa indonesia teori dan praktik pada halaman 43. 

4. Penambahan Fonem Vokal /A/


Kesalahan berbahasa yang saya temukan pada bungkus makanan ringan yaitu pada kata “enaak” Penambahan fonem /a/ terjadi kesalahan pelafalan pada penambahan vokal /a/. Seharusnya lafal bakunya adalah enak. Dalam kamus besar bahasa indonesia kata sedap adalah kata baku yang di artikan sedap , lezat , nikmat ,menyenangkan dan lainya yang terdapat pada kamus besar bahasa indonesia(KBBI) halaman 371 dan di jelaskan juga contoh lainya pada buku analisis kesalahan berbahasa indonesia teori dan praktik pada halaman 42.
Sumber: KBBI : 371
Buku analisis kesalahan berbahasa indonesia teori dan praktik pada halaman 42
 
5.   Penambahan Fonem Vokal /A/
Kesalahan berbahasa yang saya temukan pada bungkus makanan ringan yaitu pada kata “Sedaap” terjadi kesalahan pada penambahan fonem vokal /a/. Seharusnya lafal bakunya adalah sedap. Yang dalam kamus besar bahasa indonesia di jelaskan bahwa kata sedap adalah kata baku yang artinya adalah enak, bersih,rapi, lezat dan lainya yang dapat kita lihat pada halaman 1237 pada kamus besar bahasa indonesia(KBBI).
Sumber:KBBI :1237

.6.Penambahan Fonem Vokal /O/ 



Kesalahan berbahasa yang saya temukan pada bungkus makanan ringan yaitu pada kata “Boom” terjadi kesalahan pada penambahan fonem vokal /o/. Seharusnya lafal bakunya adalah bom. Dalam kamus besar bahasa indonesia kata yang bakunya adalah bom yang di artikan sebagai senjata yang bentuknya seperti peluru besar yang berisi bahan peledak yang menimbulkan kerusakan. Yang terdapat pada halaman 205 dan dari pengertian ini jika di kaitkan dengan makanan tersebut bahwa permen bom di sini mirip dengan peluru yang di dalamnya terdapat isi atau campuran.
Sumber:KBBI :205






 


Minggu, 02 November 2014

2. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI PADA MAJALAH SAGANG



2. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI PADA MAJALAH SAGANG
EDISI 175
TERBITAN BULAN APRIL 2013
NAMA :MURSIDA
KELAS :5C
NPM : 126211304
Dari majalah sagang ini saya lebih banyak menemui kesalahan dalam penulisan seperti kesalahan pengetikan dibandingkan kesalahan pada tataran morfologinya . Beberapa kesalahan dalam analisis berbahasa tataran morfologi pada majalah budaya Sagang, nomor 175/April 2013/tahun XV yang saya temukan yaitu sebagai berikut :
A.    Kesalahan Dalam Penghilangan Prefiks Ber-
Bentuk Tidak Baku
1.      Masyarakat mengingat kondisi masyarakat yang telah ubah (2013 :11)
Bentuk di atas mengalami kesalahan berbahasa pada penghilangan prefiks ber-. Bentuk yang dicetak miring di atas seharusnya tidak menghilangkan prefiks ber- pada kalimat-kalimat bentukan. Sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku, dalam predikat tersebut harus dieksplisitkan prefiks ber-, yaitu menjadi berubah.
Bentuk  Baku
1.      Masyarakat mengingat kondisi masyarakat yang telah berubah (2013 :11)

B.     Kesalahan Dalam Penghilangan Prefiks me-
Bentuk Tidak Baku
1)      Pada karya ini kami muatkan karya cerpen pendek (2013: 12)
Bentuk di atas mengalami kesalahan berbahasa pada penghilangan prefiks me-. Bentuk yang dicetak miring di atas seharusnya tidak menghilangkan prefiks ber- pada kalimat-kalimat bentukan. Sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku, dalam predikat tersebut harus dieksplisitkan prefiks me-, yaitu menjadi memuatkan.
Bentuk Tidak Baku
1)   Pada karya ini kami  memuatkan karya cerpen pendek (2013: 12)

C.    Kesalahan Dalam Penghilangan sufiks  -kan
Bentuk Tidak Baku
1        Peristiwa muncul dan lenyap secara mengejut dalam kehidupan (2013:13)
2        Malam datang bersama bulan yang cemerlang menghantar pasang dengan menangis (2013 :15)
3        Telah saya beritahu dengan tanda(2013:18)
Bentuk di atas mengalami kesalahan berbahasa pada penghilangan Sufiks -kan. Bentuk yang dicetak miring di atas seharusnya tidak menghilangkan Sufiks -kan pada kalimat-kalimat bentukannya., dalam predikat tersebut harus dieksplisitkan Sufiks -kan, yaitu menjadi mengejutkan ,menghantarkan dan beritahukan.
Bentuk  Baku
1          Peristiwa muncul dan lenyap secara mengejutkan dalam kehidupan (2013:13)
2        Malam datang bersama bulan yang cemerlang menghantakanr pasang dengan                   menangis  (2013 :15)
3        Telah saya beritahukan dengan tanda(2013:18)

D.    Kesalahan Dalam Penghilangan konfiks di - an
Bentuk Tidak Baku
a)      Duduk di atas pelaminan ,di depan nasi hadap nasi pulut(2013:15)
Bentuk di atas mengalami kesalahan berbahasa pada penghilangan konfiks di- an. Bentuk yang dicetak miring di atas seharusnya tidak menghilangkan konfiks di- an pada kalimat-kalimat bentukannya., dalam predikat tersebut harus dieksplisitkan konfiks di- an, yaitu menjadi dihadapan.
Bentuk Tidak Baku
a)      Duduk di atas pelaminan ,di depan nasi dihadapan nasi pulut(2013:15)

E.     Kesalahan Dalam Pembentukan Kata Pada Sufiks –Wan
Bentuk Tidak Baku
1.      Beckett adalah saestrawan kedua irlandia (2013:59)
Jika ditelusuri kaidah bahasa yang baku, unsur-unsur pembentuk kata yang digaris miring adalah sastra + wan. Sehingga bentuk-bentuk yang benar sebagai berikut.
BentukBaku
1.      Beckett adalah sastrawan kedua irlandia (2013:59)